header_left header_center1
header_center2
header_banner2
header_bottom
 
News Flash NEWS FLASH
 
 
 
 

 
Jumat, 03 Juli 2015
Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Minggu Ke-26 Tahun 2015

A. Berdasarkan laporan verifikasi rumor kesehatan dapat kami laporkan KLB penyakit dan keracunan pangan:1. KLB Keracunan Pangan di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo sebanyak 34 kasus tanpa kematian. Faktor risiko: diduga dari makanan buka puasa yang disajikan di Mesjid Almunawir (nasi kuning, kue cara, kue panadan dan martabak gula). Upaya yang telah dilakukan: investigasi, tatalaksana kasus.(Sumber informasi: petugas surveilans Provinsi, W1 ada).2. KLB Rabies di Desa Basaan, Kecamataan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 1 kasus dengan 1 kematian. Faktor risiko: diduga karena digigit anjing tersangka rabies. Upaya yang telah dilakukan: investigasi.(Sumber informasi: petugas surveilans Provinsi, W1 belum ada).3. KLB Tetanus di Desa Pemepek, Kecamatan Pemepek, Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB sebanyak 1 kasus tanpa kematian. Faktor risiko: karena tidak mendapat imunisasi tetanus. Upaya yang telah dilakukan: investigasi, pemberian Anti Tetanus Serum, Pengobatan.(Sumber informasi: petugas surveilans Provinsi, W1 belum ada). | Selengkapnya

Jumat, 26 Juni 2015
Summary Video Coference on MERS-CoV Among AEGCD, AWGPPR, AND FETN 22nd June 2015

The 2015 2nd quarter regional video conference for ASEAN+3 Field Epidemiology Training Network (FETN) was held on Monday, 22nd June 2015 during 13.30-15.30 hr (Thailand time). The meeting was organized by AEGCD Chair 2015, and coordinated by ASEAN Secretariat and FETN coordinating office. | Selengkapnya

Jumat, 26 Juni 2015
Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Minggu Ke-25 Tahun 2015

Berikut kami sampaikan Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Minggu Ke-25 Tahun 2015A. Berdasarkan laporan verifikasi rumor kesehatan dapat kami laporkan KLB penyakit dan keracunan pangan:1. KLB Susp. Campak di Kab. Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 10 kasus tanpa kematian. Faktor risiko KLB: riwayat imunisasi tidak lengkap. Upaya yang sudah dilakukan: pemberian vitamin A dan pengobatan di Puskesmas Mada Pangga, pengambilan spesimen. (sumber: petugas surveilans provinsi, W1 belum ada)2. KLB Susp. Campak di Kab. Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 9 kasus tanpa kematian. Faktor risiko KLB: riwayat imunisasi tidak lengkap. Upaya yang sudah dilakukan: Pengobatan di Puskesmas Tanjung, pengambilan dan pengiriman spesimen ke Labkes Surabaya. (sumber: petugas surveilans provinsi, W1 ada) | Selengkapnya

Jumat, 19 Juni 2015
Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Minggu Ke-24 Tahun 2015

Berikut kami sampaikan Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Minggu Ke-24 Tahun 2015A. Berdasarkan laporan verifikasi rumor kesehatan dapat kami laporkan KLB penyakit dan keracunan pangan:1. KLB difteri klinis di Kota Serang, Provinsi Banten sebanyak 1 kasus tanpa kematian. Faktor risiko KLB: status imunisasi tidak mendapatkan imunisasi. Upaya yang sudah dilakukan: investigasi, pemberian ADS, pemberian eritromicin pada kontak, pengambilan dan pengiriman spesimen ke litbangkes. (sumber: petugas surveilans provinsi, W1 belum ada)2. KLB campak di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung sebanyak 5 kasus tanpa kematian. Faktor risiko KLB: status imunisasi tidak mendapatkan imunisasi. Upaya yang sudah dilakukan: investigasi, pengobatan, pengambilan dan pengiriman spesimen ke Litbangkes. (sumber: petugas surveilans provinsi, W1 belum ada) | Selengkapnya

 
   

Copyright©2010 Ditjen PP&PL - Kementerian Kesehatan R.I.