header_left header_center1
header_center2
header_banner2
header_bottom
 
News Flash NEWS FLASH
 
 
 
 

 
Jumat, 22 Mei 2015
Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Minggu Ke-20 Tahun 2015

Berikut kami sampaikan Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Minggu Ke-20 Tahun 2015 A. Berdasarkan laporan verifikasi rumor kesehatan dapat kami laporkan KLB penyakit dan keracunan pangan pada Jumat, minggu ke-20:1. KLB rabies Kabupaten Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara sebanyak 1 kasus dengan 1 kematian. Faktor risiko: gigitan anjing liar. Upaya yang sudah dilakukan: investigasi dan pengobatan di bidan tanpa diberikan VAR.(sumber informasi: media, W1 ada)2. KLB keracunan pangan di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 12 kasus tanpa kematian. Faktor risiko : diduga dari nasi kuning yang diberikan disekolah saat acara ulang tahun salah satu murid. Upaya yang sudah dilakukan: investigasi, pengobatan, penyuluhan, pengambilan sampel makanan dan muntahan.(sumber informasi: petugas surveilans provinsi, W1 belum ada) | Selengkapnya

Senin, 18 Mei 2015
MENINGITIS MENINGOKOKUS

MENINGITIS MENINGOKOKUS Meningitis meningokokus merupakan bentuk bakteri meningitis, infeksi serius pada lapisan tipis yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis belt sub-Sahara Afrika, yang membentang dari Senegal di barat ke Ethiopia di timur (26 negara), memiliki tingkat tertinggi dari penyakit Meningococcal Meningitis. 26 negara meliputi: Benin, Burkina Faso, Burundi, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Eritrea, Ethiopia, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Kenya, Mali, Mauritania, Niger, Nigeria, Rwanda, Senegal, Sudan Selatan, Sudan, Tanzania, Togo dan Uganda. Risiko epidemi meningitis meningokokus berbeda dalam dan di antara 26 negara tersebut. | Selengkapnya

Jumat, 15 Mei 2015
Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Minggu Ke-19 Tahun 2015

Berikut kami sampaikan Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Jumat Minggu Ke-19 Tahun 2015A. Berdasarkan laporan verifikasi rumor kesehatan dapat kami laporkan KLB penyakit dan keracunan pangan pada Jumat, minggu ke-19:1. KLB Difteri di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 1 kasus tanpa kematian. Faktor risiko: penderita tidak mendapatkan imunisasi. Upaya yang sudah dilakukan: investigasi dan pengobatanpenderita dengan ADS sebanyak 80000 IU.(sumber informasi: petugas surveilans provinsi, W1 ada)2. KLB campak di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh sebanyak 11 kasus tanpa kematian. Faktor risiko : diduga status imunisasi tidak lengkap. Upaya yang sudah dilakukan: investigasi, pemberian pengobatandan vitamin A, serta pelacakan kasus tambahan.(sumber informasi: petugas surveilans provinsi, W1 ada)3. KLB Difteri di Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat sebanyak 1 kasus tanpa kematian. Faktor risiko : belum diketahui. Upaya yang telah dilakukan : pengobatan, dan investigasi.(sumber informasi: petugas surveilans provinsi, W1 belum ada) | Selengkapnya

Jumat, 08 Mei 2015
Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Minggu Ke-18 Tahun 2015

A. Berdasarkan laporan verifikasi rumor kesehatan dapat kami laporkan KLB penyakit dan keracunan pangan pada Jumat, minggu ke-18:1. KLB keracunan pangan di Kabupaten Sidrak, Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 7 Mei 2015 sebanyak 28 kasus tanpa kematian. Faktor risiko: diduga karena menkonsumsi sop ayam. Upaya yang sudah dilakukan: investigasi dan pengobatan.(sumber informasi: petugas surveilans provinsi, W1 ada)2. KLB rabies di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 30 April 2015 sebanyak 1 kasus 1 kematian. Faktor risiko : digigit anjing peliharaan. Upaya yang sudah dilakukan: investigasi, penyuluhan, pemberian VAR.(sumber informasi: petugas surveilans provinsi, W1 ada)3. KLB keracunan pangan Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung pada tanggal 6 Mei 2015 sebanyal 57 kasus dengan 1 kematian. Faktor risiko : diduga dari makanan catering yang dikonsumsi. Upaya yang telah dilakukan : investigasi dan pengobatan. (sumber informasi: petugas surveilans provinsi, W1 belum ada)4. KLB Difteri Klinis di Kabupaen Biak, Provinsi Papua pada tanggal 5 Mei 2015 sebanyak 1 kasus tanpa kematian. Faktor risiko : belum diketahui. Upaya Upaya yang telah dilakukan : investigasi dan pengobatan.(sumber informasi: petugas surveilans provinsi, W1 ada) | Selengkapnya

 
   

Copyright©2010 Ditjen PP&PL - Kementerian Kesehatan R.I.