header_left header_center1
header_center2
header_banner2
header_bottom
 
News Flash NEWS FLASH
 
 
 
 

 
Senin, 27 April 2015
Analisis Risiko Ancaman Penyakit Berpotensi KLB/Wabah/ Pandemi

Kami sampaikan Analisis Risiko Ancaman Penyakit Berpotensi KLB/Wabah/ Pandemi, sebagai dasar langkah kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan.Informasi ini akan disampaikan sekali dalam sebulan, meliputi informasi situasi global/ nasional dan rekomendasi kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan atas penyakit: | Selengkapnya

Jumat, 24 April 2015
Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Minggu Ke-16 Tahun 2015

A. Berdasarkan Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Selasa Minggu Ke-16 Tahun 2015:1. KLB diare di Kec. Bandar Khalifah Kab. Serdang Bedagai Prov. Sumatera Utara sebanyak 14 kasus dengan 3 kematian. Faktor risiko diduga berasal dari kontaminasi bakteri melalui water borne disease dimana sebagian besar penduduk desa di Kecamatan Bandar Khalifah menggunakan air dari sumur bor dengan kondisi air sumur bor pada saat itu kuning dan keruh karena tidak menggunakan penyaring air, sumur tidak memakai lubang cincin, pipa saluran air langsung berdekatan dengan kandang bebek. Sebagian besar penduduk belum memiliki fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK). Upaya yang sudah dilakukan: Investigasi, tatalaksana kasus, pendirian Posko Diare, kaporisasi pada sumber air, penyuluhan PHBS, pengambilan dan pemeriksaan sampel air. (Sumber informasi: petugas surveilans Provinsi, W1 ada)2. KLB Malaria di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku sebanyak 105 kasus tanpa kematian. Faktor risiko diduga karena adanya perubahan iklim cuaca. Upaya yang sudah dilakukan : investigasi, tatalaksana kasus, pemeriksaan mikroskopik dan RDT. (Sumber informasi: petugas surveilans Provinsi, W1 belum ada)3. KLB DBD di Desa Sumerta Klod Kec. Denpasar Timur Kota Denpasar Prov. Bali sebanyak 1 kasus dengan 1 kematian Faktor risiko : diduga karena mobilitas tinggi penderita. Hasil investigasi menunjukkan lingkungan disekitar rumah penderita baik. Upaya yang sudah dilakukan: investigasi. (Sumber informasi: petugas surveilans Kota, W1 ada) | Selengkapnya

Jumat, 17 April 2015
Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Minggu Ke-15 Tahun 2015

Berikut kami sampaikan Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Jumat Minggu Ke-15 Tahun 2015A. Berdasarkan Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Jumat Minggu Ke-15 Tahun 2015:1. KLB Suspek difteri terjadi di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 1 kasus tanpa kematian. Faktor risiko KLB: riwayat imunisasi tidak lengkap. Upaya yang sudah dilakukan: investigasi, pemberian profilaksis, pengambilan swab.(Sumber informasi: Petugas surveilans provinsi, W1 belum ada) 2. KLB Keracunan pangan terjadi di Kabupaten Purworejo , Provinsi Jawa Tengah sebanyak 10 kasus tanpa kematian. Faktor risiko KLB : diduga karena mengkonsumsi nasi ati. Upaya yang sudah dilakukan : investigasi, pengobatan, tidak ada pengambilan sampel.(Sumber informasi: Petugas surveilans provinsi, W1 belum ada) 3. KLB Leptospirosis klinis terjadi di Kab. Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah sebanyak 1 kasus dengan 1 kematian. Faktor risiko KLB: diduga karena pekerjaan penderita yang rentan terhadap pencemaran urin tikus. Upaya yang dilakukan: investigasi, penyuluhan. Tidak ada pengambilan sampel karena regan tidak ada.(Sumber informasi: petugas surveilans provinsi, W1 belum ada) | Selengkapnya

Jumat, 10 April 2015
Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Minggu Ke-14 Tahun 2015

Berikut kami sampaikan Laporan Eksekutif Kewaspadaan KLB Penyakit dan Keracunan Pangan di Indonesia, Jum’at Minggu Ke-14 Tahun 2015A. Berdasarkan laporan verifikasi rumor kesehatan dapat kami laporkan KLB penyakit dan keracunan pangan pada Jumat, minggu ke-14:1. KLB Rabies di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara sebanyak 1 kasus dengan 1 kematian. Faktor risiko KLB: digigit anjing. Upaya yang sudah dilakukan: investigasi, pengobatan penderita.( sumber informasi: petugas surveilans provinsi, W1 ada)2. KLB DBD di Kota Denpasar, Provinsi Bali sebanyak 1 kasus 1 kematian. Faktor risiko KLB: lingkungan ditempat tinggal banyak genangan air. Upaya yang sudah dilakukan: investigasi, pengobatan, penyuluhan kepada keluarga dan fogging focus.( sumber informasi: petugas surveilans kota, W1 ada)3. KLB Keracunan Pangan terjadi di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 9 kasus tanpa kematian. Faktor risiko KLB: diduga karena menkonsumsi nasi kuning. Upaya yang sudah dilakukan: investigasi, pengobatan, pengambilan sampel sisa makanan.( sumber informasi: petugas surveilans provinsi, W1 belum ada) | Selengkapnya

 
   

Copyright©2010 Ditjen PP&PL - Kementerian Kesehatan R.I.