header_left header_center1
header_center2
header_banner2
header_bottom
 
 
 
 
 

Senin, 17 Juli 2017
Laporan Minggu XXVIII Pengamatan Penyakit Infeksi Emerging

I. Poliomielitis
A. Situasi Global
Total kasus kumulatif di tahun 2017 sebanyak 34 kasus yaitu 3 (tiga) kasus WPV1 di Pakistan, 4 (empat) kasus WPV1 di Afganistan dan 4 (empat) kasus cVDPV2 di Democratic Republic of the Congo (DRC), dan 23 (dua puluh tiga) kasus cVDPV2 di Syrian Arab Republic.
Jumlah kumulatif kasus polio (WPV1, cVDPV1, dan cVDPV2 ) tahun 2016 hingga tahun 2017 sebanyak 76 kasus dengan rincian sebagai berikut :
Kasus polio di negara endemis sebanyak 46 kasus, dengan rincian jenis WPV1 sebanyak 44 kasus (Pakistan 23 kasus, Afganistan 17 kasus, Nigeria 4 kasus) dan kasus cVDPV2 sebanyak 2 kasus (Pakistan 1 kasus, Nigeria 1 kasus). Adapun kasus polio di negara non endemis sebanyak 30 kasus, dengan rincian jenis cVDPV1 sebanyak 3 kasus (Lao Peoples Democratic Republik), jenis cVDPV2 sebanyak 27 kasus (DRC 4 kasus dan Syrian Arab Republic 23 kasus).
(sumber: http://polioeradication.org/polio-today/polio-now/this-week/ per tanggal 12 Juli 2017)
| Selengkapnya




Senin, 10 Juli 2017
Laporan Minggu XXVII Pengamatan Penyakit Infeksi Emerging

I. Poliomielitis
A. Situasi Global
Total kasus kumulatif di tahun 2017 sebanyak 34 kasus yaitu 2 (dua) kasus WPV1 di Pakistan, 4 (empat) kasus WPV1 di Afganistan dan 4 (empat) kasus cVDPV2 di Democratic Republic of the Congo (DRC), dan 24 (dua puluh empat) kasus cVDPV2 di Syrian Arab Republic.
Jumlah kumulatif kasus polio (WPV1, cVDPV1, dan cVDPV2 ) tahun 2016 hingga tahun 2017 sebanyak 76 kasus dengan rincian sebagai berikut :
Kasus polio di negara endemis sebanyak 45 kasus, dengan rincian jenis WPV1 sebanyak 43 kasus (Pakistan 22 kasus, Afganistan 17 kasus, Nigeria 4 kasus) dan kasus cVDPV2 sebanyak 2 kasus (Pakistan 1 kasus, Nigeria 1 kasus). Adapun kasus polio di negara non endemis sebanyak 31 kasus, dengan rincian jenis cVDPV1 sebanyak 3 kasus (Lao Peoples Democratic Republik), jenis cVDPV2 sebanyak 28 kasus (DRC 4 kasus dan Syrian Arab Republic 24 kasus).
(sumber: http://polioeradication.org/polio-today/polio-now/this-week/ per tanggal 4 Juli 2017) | Selengkapnya




Senin, 03 Juli 2017
Laporan Minggu XXVI Pengamatan Penyakit Infeksi Emerging

I. Poliomielitis
A. Situasi Global
Total kasus kumulatif di tahun 2017 sebanyak 32 kasus yaitu 2 (dua) kasus WPV1 di Pakistan, 4 (empat) kasus WPV1 di Afganistan dan 4 (empat) kasus cVDPV2 di Democratic Republic of the Congo (DRC), dan 22 (tujuh belas) kasus cVDPV2 di Syrian Arab Republic.
Jumlah kumulatif kasus polio (WPV1, cVDPV1, dan cVDPV2 ) tahun 2016 hingga tahun 2017 sebanyak 74 kasus dengan rincian sebagai berikut :
Kasus polio di negara endemis sebanyak 45 kasus, dengan rincian jenis WPV1 sebanyak 43 kasus (Pakistan 22 kasus, Afganistan 17 kasus, Nigeria 4 kasus) dan kasus cVDPV2 sebanyak 2 kasus (Pakistan 1 kasus, Nigeria 1 kasus). Adapun kasus polio di negara non endemis sebanyak 29 kasus, dengan rincian jenis cVDPV1 sebanyak 3 kasus (Lao Peoples Democratic Republik), jenis cVDPV2 sebanyak 26 kasus (DRC 4 kasus dan Syrian Arab Republic 22 kasus).
(sumber: http://polioeradication.org/polio-today/polio-now/this-week/ per tanggal 28 Juni 2017) | Selengkapnya




Senin, 26 Juni 2017
Laporan Minggu XXV Pengamatan Penyakit Infeksi Emerging

I. Poliomielitis
A. Situasi Global
Total kasus kumulatif di tahun 2017 sebanyak 27 kasus yaitu 2 (dua) kasus WPV1 di Pakistan, 4 (empat) kasus WPV1 di Afganistan dan 4 (empat) kasus cVDPV2 di Democratic Republic of the Congo (DRC), dan 17 (tujuh belas) kasus cVDPV2 di Syrian Arab Republic.
Jumlah kumulatif kasus polio (WPV1, cVDPV1, dan cVDPV2 ) tahun 2016 hingga tahun 2017 sebanyak 69 kasus dengan rincian sebagai berikut :
Kasus polio di negara endemis sebanyak 45 kasus, dengan rincian jenis WPV1 sebanyak 43 kasus (Pakistan 22 kasus, Afganistan 17 kasus, Nigeria 4 kasus) dan kasus cVDPV2 sebanyak 2 kasus (Pakistan 1 kasus, Nigeria 1 kasus). Adapun kasus polio di negara non endemis sebanyak 24 kasus, dengan rincian jenis cVDPV1 sebanyak 3 kasus (Lao Peoples Democratic Republik), jenis cVDPV2 sebanyak 21 kasus (DRC 4 kasus dan Syrian Arab Republic 17 kasus).
(sumber: http://polioeradication.org/polio-today/polio-now/this-week/ per tanggal 21 Juni 2017) | Selengkapnya




Senin, 19 Juni 2017
Laporan Minggu XXIV Pengamatan Penyakit Infeksi Emerging

I. Poliomielitis
A. Situasi Global
Total kasus kumulatif di tahun 2017 sebanyak 12 kasus yaitu 2 (dua) kasus WPV1 di Pakistan, 4 (empat) kasus WPV1 di Afganistan dan 4 (empat) kasus cVDPV2 di Democratic Republic of the Congo (DRC), dan 2 (dua) kasus cVDPV2 di Syrian Arab Republic.
Jumlah kumulatif kasus polio (WPV1, cVDPV1, dan cVDPV2 ) tahun 2016 hingga tahun 2017 sebanyak 54 kasus dengan rincian sebagai berikut :
Kasus polio di negara endemis sebanyak 45 kasus, dengan rincian jenis WPV1 sebanyak 43 kasus (Pakistan 22 kasus, Afganistan 17 kasus, Nigeria 4 kasus) dan kasus cVDPV2 sebanyak 2 kasus (Pakistan 1 kasus, Nigeria 1 kasus). Adapun kasus polio di negara non endemis sebanyak 9 kasus, dengan rincian jenis cVDPV1 sebanyak 3 kasus (Lao Peoples Democratic Republik), jenis cVDPV2 sebanyak 6 kasus (DRC 4 kasus dan Syrian Arab Republic 2 kasus).
(sumber: http://polioeradication.org/polio-today/polio-now/this-week/ per tanggal 14 Juni 2017) | Selengkapnya




Senin, 12 Juni 2017
Laporan Minggu XXIII Pengamatan Penyakit Infeksi Emerging

I. Poliomielitis
A. Situasi Global
Total kasus kumulatif di tahun 2017 sebanyak 11 kasus yaitu 2 (dua) kasus WPV1 di Pakistan, 3 (tiga) kasus WPV1 di Afganistan dan 4 (empat) kasus cVDPV2 di Democratic Republic of the Congo (DRC), dan 2 (dua) kasus cVDPV2 di Syrian Arab Republic.
Jumlah kumulatif kasus polio (WPV1, cVDPV1, dan cVDPV2 ) tahun 2016 hingga tahun 2017 sebanyak 53 kasus dengan rincian sebagai berikut :
Kasus polio di negara endemis sebanyak 44 kasus, dengan rincian jenis WPV1 sebanyak 42 kasus (Pakistan 22 kasus, Afganistan 16 kasus, Nigeria 4 kasus) dan kasus cVDPV2 sebanyak 2 kasus (Pakistan 1 kasus, Nigeria 1 kasus). Adapun kasus polio di negara non endemis sebanyak 9 kasus, dengan rincian jenis cVDPV1 sebanyak 3 kasus (Lao Peoples Democratic Republik), jenis cVDPV2 sebanyak 6 kasus (DRC 4 kasus dan Syrian Arab Republic 2 kasus).
(sumber: http://polioeradication.org/polio-today/polio-now/this-week/ per tanggal 7 Juni 2017) | Selengkapnya




Senin, 05 Juni 2017
Laporan Minggu XXII Pengamatan Penyakit Infeksi Emerging

I. Poliomielitis
A. Situasi Global
Total kasus kumulatif di tahun 2017 sebanyak 9 kasus yaitu 2 (dua) kasus
WPV1 di Pakistan, 3 (tiga) kasus WPV1 di Afganistan dan 4 (empat) kasus
cVDPV2 di Democratic Republic of the Congo (DRC) | Selengkapnya




Rabu, 31 Mei 2017
Laporan Minggu XXI Pengamatan Penyakit Infeksi Emerging


I. Poliomielitis

A. Situasi Global

Total kasus kumulatif di tahun 2017 sebanyak 9 kasus yaitu 2 (dua) kasus WPV1 di Pakistan, 3 (tiga) kasus WPV1 di Afganistan dan 4 (empat) kasus cVDPV2 di Democratic Republic of the Congo (DRC). | Selengkapnya




Jumat, 12 Mei 2017
PEDOMAN DEMAM KUNING

PEDOMAN DEMAM KUNING | Selengkapnya




Senin, 17 April 2017
Laporan Minggu XV Pengamatan Penyakit Infeksi Emerging

Laporan Minggu XV Pengamatan Penyakit Infeksi Emerging
Tanggal 17 April 2017 pukul 10.00 WIB


I. Poliomielitis
A. Situasi Global
Total kasus kumulatif di tahun 2017 sebanyak 5 kasus yaitu 2 (dua) kasus WPV1 di pakistan dan 3 (tiga) kasus WPV1 di Afganistan.
Jumlah kumulatif kasus polio (WPV1 dan cVDPV1) tahun 2016 hingga tahun 2017 sebanyak 47 kasus dengan rincian sebagai berikut : Kasus polio di negara endemis sebanyak 44 kasus, dengan rincian jenis WPV1 sebanyak 42 kasus (Pakistan 22 kasus, Afganistan 16 kasus, Nigeria 4 kasus) dan kasus cVDPV sebanyak 2 kasus (Pakistan 1 kasus, Nigeria 1 kasus). Adapun kasus polio di negara non endemis sebanyak 3 kasus, dengan rincian jenis cVDPV1 sebanyak 3 kasus (Lao Peoples Democratic Republik).
(sumber: http://polioeradication.org/polio-today/polio-now/this-week/ per tanggal 12 April 2017)
| Selengkapnya




<<  Prev | 1 of 12 | Next  >>
 
   

Copyright©2010 Ditjen PP&PL - Kementerian Kesehatan R.I.